23

MEI  2015

Green Roof Residence

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2015-05-23

1. Eksterior Malam View 1

Simple...Natural...Exotic...

Rumah yang satu ini sejatinya hanya rumah biasa saja, seperti rumah di lingkungan perumahan pada umumnya. Namun si pemilik ingin ada sesuatu yang menarik dan unik pada rumahnya, dengan desain yang simple, tidak terlalu rumit tetapi tepat guna dan mengena. Maka dibuatlah komposisi yang menonjolkan detail-detail sederhana dan pertemuan antar elemen-elemen bangunan yang diselesaikan secara serius dan konsisten untuk menghadirkan dialog antar material yang berbeda-beda. Dari situ muncullah irama, harmoni, ketegangan, kontras, permainan bayangan atau gelap-terang yang semakin memperkuat aura dari tampilan rumah ini, terlihat lebih berkarakter dan berbeda dibanding rumah lain yang ada di sekitarnya. Rumah ini akhirnya menjadi sebuah rumah kecil yang bisa tampil menarik dan punya ciri tersendiri. Ditambah lagi dengan nuansa natural yang begitu kental, yaitu atap rumah yang hampir seluruhnya berbalut dedaunan hijau (green roof), menjelma sebagai atap hidup yang mampu “menghidupkan” suasana di lingkungannya.

 

5. Desain Pagar

Pagar depan merupakan ujung tombak tampilan sebuah rumah, yang langsung berhadapan dengan jalan umum. Di rumah ini, pagar depan tidak dibuat sama seluruhnya, tetapi dibagi dalam beberapa segmen agar tidak tampak monoton. Pada bagian carport sebagai main entrance, pagar dibuat dari besi siku yang disusun berjajar membentuk garis-garis horisontal. Sedangkan di bagian side entrance, pagar dibuat dari material yang sama, hanya saja dengan kerenggangan yang berbeda, sehingga memunculkan irama yang dinamis dari garis-garis horisontal tersebut.

Pada bagian paling kiri dibuatlah pagar bronjong, berupa pagar berbahan pecahan batu-batu alam yang disusun dalam jaring kotak-kotak dari besi. Meski pagar bronjong ini lebarnya hanya 1,60 meter, tetapi dipisah menjadi dua bagian yang tak sama, sehingga memberikan kesan asimetris. Di antara pagar bronjong tadi diberi elemen sela berupa pagar dari bahan plat strip (strip plate) yang masih memungkinkan pandangan visual masuk ke halaman rumah, ini untuk mengimbangi kesan berat dan masif dari pagar bronjong. Pada malam hari, pagar bronjong ini diberi pencahayaan spot-light dari bawah, menghasilkan efek gelap-terang yang menonjolkan sifat alamiah batu-batunya. Dari komposisi pagar depan secara keseluruhan, terlihat bagaimana kesan natural, masif, tebal dan berat berpadu secara apik dengan kesan plat yang artifisial, tipis dan ringan. Selain itu, kesan order dari garis-garis besi bersanding dengan kesan disorder dari susunan batu-batu alam. Semua itu membentuk dialog yang kontras tetapi tetap kompak tanpa kehilangan unsur unity di dalamnya.

 

9. Carport

Dinding depan rumah yang menghadap carport diberi aksen permainan material yang disusun maju-mundur yang kemudian disorot dengan spot-light sehingga memberi efek bayangan yang lebih dramatis. Bagian ini menjadi sebuah viewpoint yang kuat, terutama pada malam hari. Sedangkan bagian lantai carport hanya menggunakan hamparan batu-batu kerikil saja yang disebar secara merata. Kerikil ini selain sebagai unsur estetis, juga sebagai penyerap air hujan karena atap tanaman masih memungkinkan air menetes ke carport, kerikil ini sekaligus berfungsi sebagai  peredam getaran mobil yang masuk ke carport. Kanopi pada side entrance yang menuju ke pintu rumah dibuat dari besi dengan penutup atap polycarbonate sebagai peneduh. Ini merupakan pengulangan dari rangka atap carport, tetapi dengan interval plat besi yang lebih rapat. Pada area depan rumah ini kita bisa melihat pertemuan antar detail yang sederhana tetapi cukup menarik. seperti pertemuan antara kerikil, beton dan pijakan side entrance yang menimbulkan sebuah dialog antar bahan yang berbeda karakternya. Karakter beton yang “dingin”, berwarna abu-abu dan geometris bertemu dengan kerikil yang terserak, acak dan tak beraturan, menghasilkan tegangan antar material yang rancak dan lugas (apa adanya). Apalagi dengan jatuhnya bayangan daun-daun dan ranting tanaman yang menerpa permukaan material, menambah kesan natural dari pertemuan elemen-elemen bangunan itu.

 

3. Eksterior Siang

Yang menjadi ciri khas dominan pada rumah ini adalah adanya tanaman markisa, termasuk jenis tanaman rambat passiflora yang bisa tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini diarahkan pertumbuhannya agar merambat dan menjalar ke bagian atas carport dan bahkan sampai ke atap rumah, hingga menutup keseluruhan genteng. Secara sadar, tanaman markisa ini dimanfaatkan sebagai climate modifier, karena genteng sebagai penutup atap menjadi lebih dingin karena tidak terpapar langsung oleh panas matahari. Maka, suhu udara di dalam rumah pun otomatis juga lebih segar dan sejuk. Penanaman markisa ini diihami ketika si arsitek datang ke rumah seorang kawan, di sana ada tanaman markisa yang dibiarkan merambat ke atas atap, tetapi pertumbuhannya terkesan liar, karena tak diarahkan. Sedangkan di rumah ini pertumbuhannya diarahkan dan ditata-atur sedemikian rupa sehingga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu elemen penting dari tampilan bangunan. Tanaman markisa  ini diberi media rambat berupa “tangga” besi di sisi depan rumah dan juga kawat ayam yang diletakkan di atas carport. Pada perkembangannya, tanaman ini ternyata juga bisa merambat ke atas genteng dan menutup seluruh permukaan genteng sampai atapnya terlihat hijau total seluruhnya. Markisa ini memberi kesan lebih dekat dengan alam dan juga eksotis, tampil dengan ciri yang berbeda. Keuntungan lain dari markisa ini yaitu bukan sekedar tanaman hias belaka, tetapi juga menghasilkan buah hampir sepanjang tahun, yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik untuk berbagai keperluan, seperti dibuat sirup buah untuk memberi minuman kepada tamu atau tetangga yang datang.

 

13. Taman Belakang

Untuk memperkuat konsep green, bagian halaman belakang rumah juga tidak luput dari sentuhan natural. Penyelesaian di bagian belakang rumah dibuat agar senada dengan bagian depan sebagai sebuah repetisi atau pengulangan.

Bagian tanah di halaman belakang ini juga diisi dengan hamparan kerikil yang disebar merata ke seluruh area halaman. Pemilihan kerikil ini karena ketika sebelumnya ditanami dengan rumput gajah mini, ternyata tidak bisa tumbuh dengan baik disebabkan jatuhnya cahaya matahari yang tak merata. Bagian ujung atap belakang ditambah dengan kanopi dari bahan solar-tuff berwarna bening (clear) untuk melindungi dari tampias air hujan, tetapi masih mengijinkan terang langit untuk masuk ruangan dan tetap mempertahankan sirkulasi udara yang baik di dalam rumah. Senada dengan nuansa green pada bagian depan yang didominasi tanaman markisa, di bagian belakang juga demikian. Dengan tanaman fleksi mini yang mampu merambati permukaan dinding dan akhirnya memenuhi tembok pembatas belakang rumah, menjadi sebuah green background yang cukup menarik sebagai view dari dalam atau teras belakang rumah. Hal ini semakin memperkuat karakter dan konsistensi rumah ini sebagai sebuah green roof residence.

 

Nama Proyek: Green Roof Residence

Lokasi: Surya Asri 2, Sukodono, Sidoarjo 
Luas Tanah/Bangunan: 90/45 m2 
Arsitek: Andy Rahman. A, ST. IAI 
Foto: Mansyur Hasan 
Teks: Anas Hidayat


  • 1. Eksterior Malam View 1

    1. Eksterior Malam View 1

  • 2. Eksterior Malam View 2

    2. Eksterior Malam View 2

  • 3. Eksterior Siang

    3. Eksterior Siang

  • 4. Detail Aksen Batu Alam

    4. Detail Aksen Batu Alam

  • 5. Desain Pagar

    5. Desain Pagar

  • 6. Detail Pagar

    6. Detail Pagar

  • 7. Detail Kanopi Side Entrance

    7. Detail Kanopi Side Entrance

  • 8. Detail Bronjong dan Besi Plat Strip

    8. Detail Bronjong dan Besi Plat Strip

  • 9. Carport

    9. Carport

  • 10. View Dari Carport

    10. View Dari Carport

  • 12. View ke Taman Belakang Dari Ruang Makan

    12. View ke Taman Belakang Dari Ruang Makan

  • 13. Taman Belakang

    13. Taman Belakang

  • 14. Detail di Area Carport.JPG

    14. Detail di Area Carport.JPG

  • 15. Area Carport.JPG

    15. Area Carport.JPG

  • 16. Kerikil Sebagai Material Penutup Lantai Carport.JPG

    16. Kerikil Sebagai Material Penutup Lantai Carport.JPG

  • 17. Bayangan Markisa.JPG

    17. Bayangan Markisa.JPG

  • 18. Side Entrance

    18. Side Entrance

  • 19. Buah Markisa.JPG

    19. Buah Markisa.JPG

  • 20. Denah

    20. Denah



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Growing House

    Growing House

  • Bronjong House

    Bronjong House

  • House In Pekanbaru

    House In Pekanbaru

  • Growing House 2

    Growing House 2


Various Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Instagram
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 367,587
  • Visitors today: 1
  • Visitors yesterday: 200
  • Currently online: 1
  • Total page views: 1,967,008
  • Page views of this page: 22,106
  • counter

 

 

Video Projects