12

APR  2018

Rumah Gayungsari

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2018-04-12

1. Eksterior 1

Rumah yang berlokasi di kota Surabaya, Indonesia ini dirancang dengan dua logika yang saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lain, yakni “logika pohon” dan “logika kayu”. Dua logika ini menjadi unsur penting di dalam desain rumah ini terkait dengan keberadaan lokasi tapak (site) dan kehidupan klien (client).

Selain itu, pohon dan kayu menjadi isu yang cukup sensitif dalam pelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan di bumi. Pohon menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, yang menjaga siklus ketersediaan oksigen di muka bumi, serta menyediakan kayu sebagai material desain.

 

5. Detail Tampak Depan

Logika Pohon merupakan kesadaran atas letak rumah yang berada di Indonesia sebagai wilayah beriklim tropis, sehingga yang penting adalah naungan/teduhan (atap), sedangkan dinding harus diupayakan agar menjadi dinding yang berlubang agar bisa dilalui cahaya dan aliran udara secara leluasa. Roster/kerawangan memberikan solusi yang paling pas sebagai dinding rumah di daerah tropis, karena selain tetap meneruskan terang langit dan angin, sekaligus menjaga privasi orang yang ada didalam ruang. Rumah ini menghadap kebarat, jadi roster/kerawangan juga berfungsi sebagai penahan panas matahari yang berlebih ketika siang dan sore.

 

15. Taman Belakang

Logika Kayu dipakai karena si pemilik rumah ini adalah seorang pencinta kayu kelas berat, yang memiliki koleksi barang-barang kayu lama yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun. Penggunaan kayu memang harus bijak, dan harus memperhatikan sustainability-nya, agar selalu tersedia sebagai material bangunan. Ini juga berkaitan dengan penanaman pohon.

Dalam kepercayaan Jawa, pohon dilambangkan sebagai kayon (gunungan), atau intinya adalah sebuah “pohon kehidupan”, yang menyimbolkan dunia beserta isinya. Dengan pohon, manusia akan hidup lestari. Tanpa pohon, manusia akan musnah.

Pohon juga memberi jejak dari gerak pertumbuhan, dari yang semula biji, lalu tumbuh berupa tanama kecil yang lembek/lemah. Lama kelamaan tanaman itu membesar dan meninggi menjadi sebuah pohon yang keras dan kokoh. Daunnya yang rimbun bisa menaungi ruang di sekelilingnya. Daun yang rimbun dan menaungi ruang diseklilingnya ini yang menjadi konsep taman belakang dari rumah ini, yang justru akhirnya menjadi tempat paling nyaman dan favorit klien untuk bersantai.

 

9. Ruang Makan

Karena berasal dari makhluk hidup dan memiliki daya hidup, maka pohon ketika diolah menjadi kayu untuk material bangunan, akan memberi rasa “kehangatan” kepada ruang yang terjadi. Biasanya kayu digunakan untuk mengimbangi munculnya material yang “dingin” dan seperti beton atau baja. Dengan demikian, ruang menjadi terasa lebih dinamis dan berkarakter.

Sedangkan koleksi benda-benda kayu klien merupakan heritage yang tak ternilai harganya. Yang selain melestarikan kayu juga melestarikan sejarah kepada generasi penerus. Perabot kayu dan artwork yang berkualitas tinggi tersebut menjadi bagian integral dalam desain rumah ini, sekaligus memberikan adanya unsur “sejarah”, yang biasanya kurang diperhatikan dalam desain-desain rumah kontemporer saat ini.

 

3. Teras Depan

Dalam desain rumah ini, menggunakan tiga jenis kayu utama yang khas Indonesia, yaitu kayu Ulin, kayu Merbau dan kayu Jati. Kayu ulin dipakai untuk decking (outdoor) dan untuk bagian aksen depan rumah, yang menunjukkan keberadaan rumah ini sebagai rumah dari seorang pencinta kayu. Kayu merbau untuk lantai (indoor) dan kayu jati untuk kusen, daun pintu dan jendela serta mebel. Ketiga-nya adalah jenis kayu terbaik dari Indonesia.

 

Nama Proyek: Rumah Gayungsari

Lokasi Proyek: Gayungsari, Surabaya, Indonesia
Prinsipal Arsitek: Andy Rahman. A, ST. IAI
Tim Arsitek: Muhammad Ubay, ST dan Reni Dwi Rahayu, ST
Luas Tanah/Bangunan: 300/383 m2
Nama Klien: Ibu Wike
Tahun Perencanaan: 2016
Tahun Selesai Konstruksi: 2017
Foto: Mansyur Hasan
Teks: Anas Hidayat


  • 1. Eksterior 1

    1. Eksterior 1

  • 2. Eksterior 2

    2. Eksterior 2

  • 3. Teras Depan

    3. Teras Depan

  • 4. Detail Tampak Depan

    4. Detail Tampak Depan

  • 5. Detail Tampak Depan

    5. Detail Tampak Depan

  • 6. Ruang Tamu

    6. Ruang Tamu

  • 7. Ruang Keluarga

    7. Ruang Keluarga

  • 8. Ruang Keluarga

    8. Ruang Keluarga

  • 9. Ruang Makan

    9. Ruang Makan

  • 10. Ruang Makan

    10. Ruang Makan

  • 11. Taman Belakang

    11. Taman Belakang

  • 12. Taman Belakang

    12. Taman Belakang

  • 13. Taman Belakang

    13. Taman Belakang

  • 14. Taman Belakang

    14. Taman Belakang

  • 15. Taman Belakang

    15. Taman Belakang

  • 16. Musholla

    16. Musholla

  • 17. Area Selasar Lantai 2

    17. Area Selasar Lantai 2

  • 18. Lampu di Area Tangga

    18. Lampu di Area Tangga

  • 19. Lampu di Area Tangga

    19. Lampu di Area Tangga

  • 20. Meja dari Fosil Kayu

    20. Meja dari Fosil Kayu

  • 21. First Floor

    21. First Floor

  • 22. Second Floor

    22. Second Floor

  • 23. Section

    23. Section

  • 24. Konsep

    24. Konsep



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Exploring Materiality

    Exploring Materiality

  • A House With Communal Space

    A House With Communal Space

  • Contrast Of Cubes

    Contrast Of Cubes

  • Rumah Kos Keputih Jilid 1

    Rumah Kos Keputih Jilid 1


Various Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Instagram
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 367,581
  • Visitors today: 195
  • Visitors yesterday: 177
  • Currently online: 2
  • Total page views: 1,966,960
  • Page views of this page: 4,206
  • counter

 

 

Video Projects